Selasa, 12 Februari 2008

Apa yang aku peroleh dari De Britto

entah kenapa, hari ini aku sangat ingin googling dengan keyword SMA Kolese De Britto Yogyakarta...Kangen banget rasanya hampir 5 tahun ga ketemu dan ngerasain apa yang disebut dengan semangat 3C..Tau lah (terutama anak-anak jebolan sekolah Kolese) tentang 3C. 3C tuh semangat yang dimiliki oleh insan-insan Kolese tentang menyeimbangkan pikiran (akademik) dan sosial power. kami sebagai bagian dari Kolese memang dididik untuk memiliki kepedulian sosial tinggi namun tetap mengedepankan kecemerlangan prestasi akademik.
aku memang bukan lulusan SMA JB (begitu biasa disebut : SMA John de Britto -santo pelindung-), namun aku telah mengecap pengalaman sebagai bagian dari Kolese membanggakan tersebut selama 6 bulan alias 1 semester. Banyak sekali hal yang bisa aku peroleh dari masa-masa studi di SMA JB. Bahkan melebihi apa yang aku dapatkan di SMAN 3 Solo (sekolah pindahan-ku) yang selama 2,5 tahun itu.

point A....
Di JB, aku sangat mengerti apa yang dimaksud dengan Menghargai Perbedaan Pendapat. Bagi pendidikan di Kolese itu, DEMOKRASI adalah hal yang sangat diutamakan. Setiap orang berhak mengutarakan pendapatnya secara terbuka dengan batasan masih relevan dengan nilai-nilai pendidikan yang berlaku di Kolese itu secara khusus, dan di Indonesia secara umum. Pernah suatu kali ada usulan tentang legalitas merokok bagi siswa di lingkungan kampus. Si pembuat ide berani mengusulkan rancangan legalitas tersebut dalam bentuk tulisan yang disebar di seluruh kelas di Kolese itu. Tanggapan pun menyeruak. Ada yang terang-terangan setuju dengan legalitas merokok tersebut, namun ada juga pihak yang kontra terhadap usulan tersebut. masing-masing pihak memiliki pandangan dan argumentasi yang kuat terhadap sikap masing-masing. Para guru pun tak ketinggalan semangat memberikan komentar terhadap usulan siswa tersebut. Bahkan pada akhirnya setiap sesi pelajaran Bimbingan Penyuluhan dalam minggu tersebut diisi dengan hearing tanggapan setiap kelas dalam menyikapinya. Kelas ku pun salah satunya. Dan, sebagai salah satu perwakilan kelas 1.6, aku yang ditunjuk untuk menanggapi usulan tersebut. Atas persetujuan semuanya, kami sepakat menolak usulan tersebut. Jujur, saya lupa dengan argumentasi yang aku berikan dalam forum itu. .Dan, pada akhirnya setelah semua argumentasi dan wakil kelas bermusyawarah, kami sepakat bahwa aturan Merokok di dalam lingkungan kampus adalah DILARANG..semuanya pun kembali normal..
Itulah barangkali SALAH SATU contoh, bagaimana sikap DEMOKRASI dididik di Kolese tempat aku dan sebagian besar temanku belajar..
Dari pengalamanku terlibat dalam bentuk demokrasi yang paling kecil tersebut aku menganggap bahwa pilihanku bersekolah di Kolese tersebut bukanlah hal yang salah, karena memang itulah salah satu tujuanku bersekolah disitu..merasakan AURA DEMOKRATISASI SISWA yang sangat terkenal dan kami bangga-banggakan sebagai bagian dari Kolese terbaik itu..

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Baru tahu kalau Konsep pernah sekolah di JB.. kaget juga..

kamu tuh ya.. kayanya emang jurnalis sejati. nice post.

haha..

Mampir2 ke blog-ku sep...

http://kuningtelorasin.wordpress.com/

sipirili.. keep your fingers dance on the keyboard..

-christine kaharmen-